Juli 28, 2026

Koeddoes.com

Giving Professional Information

Longsor di Natuna, 27 Rumah Tertimbun, 42 Orang Hilang

KOEDDOES.COM – Bencana longsor terjadi di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada Senin 7 Maret 2023 akibat intensitas hujan yang tinggi. 

Kapolres Natuna AKBP Nanang Budi Santosa mengatakan, terdapat 27 rumah tertimbun material tanah dan sekitar 42 orang masih dinyatakan hilang. 

“Saat ini masih ada sekitar 42 orang dinyatakan hilang dan 27 rumah tertimbun material tanah longsor, untuk evakuasi terus kami lakukan, namun dengan kewaspadaan tinggi, karena tanah masih labil dan masih terjadi longsor susulan,” katanya, dilansir keterangan tertulis, Selasa 7 Maret 2023.

AKBP Nanang Budi mengatakan, saat ini proses evakuasi masih berlanjut oleh petugas gabungan dari Kepolisian,  TNI, Basarnas dan BPBD dan relawan. 

AKBP Nanang menghimbau untuk seluruh masyarakat Natuna yang berada di kaki bukit atau di bawah tebing yang rawan bencana longsor, untuk dapat mengungsi di tempat tempat yang aman. 

“Ini semua mengingat intensitas curah yang masih cukup tinggi, sebagai langkah antisipasi dan kewaspadaan agar tidak ada korban jiwa” jelasnya. 

Sementara itu, data korban sementara yang dirilis Tim Gabungan Tanggap Bencana Serasan dan Serasan Timur pada tanggal 07 Maret 2023 Pukul : 03:00 WIB antaralain: 

Korban meninggal berjumlah 10 Orang. Korban hilang sebanyak Orang. Korban luka berat  sebanyak 4 Orang. Dan Korban kritis sebanyak 4 Orang yang akan dikirim ke Pontianak. 

Sementara data pengungsi yakni: Pengungsian di PLBN sebanyak 219 Orang. Pengungsian di Puskesmas 215 Orang. Pengungsian Pelimpak dan Mesjid Alfurqon sebanyak 500 orang. Total Pengungsi sebanyak 934 Orang

Sementara total Rumah yang tertimbun sebanyak  27 unit Rumah. 

Bupati Natuna Wan Siswandi mengatakan, hujan selama 4 hari berturut-turut mengakibatkan banjir melanda Desa Genting yang berada dibawah kaki bukit. 

Saat banjir surut, kata dia, warga beramai-ramai membersihkan rumahnya. 

“Namun naas  saat itu tanah longsor langsung menghantam warga yang sedang gotong royong,” jelas WAN Siswandi.

Siswandi menyampaikan bahwa informasi yang dia terima korban meninggal terus bertambah menjadi 50 korban jiwa. 10 jenazah lainnya telah ditemukan. 

“Sudah ditemukan 10 kantong jenazah. Semoga tidak bertambah lagi,” ucap Bupati Natuna. (*)