Juli 29, 2026

Koeddoes.com

Giving Professional Information

Marak Kasus Bunuh Diri: Psikolog dan Trainer Bahas Ancaman Kesehatan Mental dan Upaya Penanggulangannya

Kasus bunuh diri yang dilakukan oleh laki – laki kian marak terjadi. Psikolog sekaligus trainer mental health bahas ancaman kesehatan mental dan upaya penanggulangannya.

Trainer mental health, Nenden Theresia, S.Pd, M.Pd, CPC, CT, CPS, CPEC, berpendapat masih banyak masyarakat yang mengalami Core Memory buruk dan hingga dewasa masih menyimpannya. Terlebih adanya perbedaan gender antara perempuan dan laki – laki.

“Anak laki – laki dianggap harus lebih kuat dan tangguh dari perempuan. Padahal tidak ada hal seperti itu,” kata Nenden, saat melakukan training terkait kesehatan mental di PKBM Nusa Indah, Sabtu, (20/07/2024).

Nenden katakan jika laki – laki justru sama dengan perempuan pada umumnya, hanya saja berbeda dalam cara mengekspresikan emosinya. “Kalau perempuan bisa ngomong, bisa marah – marah. Tapi kalau laki – laki, sudah banyak kejadian akhir – akhir ini laki – laki bunuh diri, seperti yang marak diberitakan,” katanya.

Laki – laki, kata Nenden, saat sedih, hasil memori dia di masa lalu mengalami kekerasan oleh lingkungannya namun diharuskan menjadi kuat, hal ini pada akhirnya masuk ke dalam otak. “Core memory memang adanya di dalam otak. Dimana dia tersimpan? Dia tersimpan di Neo Cortex, neokorteks ini sudah permanen. Mau yang baik atau buruk, core memory itu masuk ke dalamnya,” kata Founder Lembaga Kursus dan Pelatihan “Mawaddah” di Bandarlampung ini.

Hal inilah, kata Nenden, menjadi penyebab utama maraknya kasus bunuh diri yang terjadi pada kaum Adam. Sementara pada perempuan, Nenden menilai masih banyak hal yang menjadi pertimbangan kaum Hawa untuk ‘mengeksekusi’ niatan bunuh diri tersebut.

“Perempuan itu mengatakan ‘saya mau bunuh diri’ tapi masih mikir nanti darahnya keluar atau gak, posenya bagaimana. Banyak banget yang difikirkan perempuan saat ingin melakukan hal itu. Tapi kalau laki – laki, kalau sudah bilang sudah tidak ingin hidup, tidak banyak tahu dia depresi atau ada masalah apa, tetiba dapat kabar terjun dari jembatan seperti yang diberitakan,” tegasnya.

Kenapa hal tersebut kerap terjadi, Nenden katakan core memory tidak hanya karena pola asuh sejak kecil, tapi juga memori buruk yang dia simpan. “Saat kita tahu itu buruk, obatnya lakukan hal yang menyenangkan karena ketika core memory itu masuk melalui panca indera seseorang seperti yang dilihat dan didengar serta dirasakan semua itu masuk kemudian diproses di otak hingga di alam bawah sadar, itu yang menjadir diri anda saat ini, karakter apa yang tumbuh,” papar Nenden.

Core memory itu, kata Nenden adalah kenangan yang tersimpan di dalam otak yang akan masuk ke fikiran bawah sadar dan pada akhirnya membentuk kebiasaan seseorang yang diulang terus menerus yang akan menjadi karakter seseorang saat ini.

Nenden katakan core memory itu bisa menjadi dasar dari nilai diri sendiri seseorang dan karakter dirinya di masa depan. “Dan hal ini , menjadi penting bagi seseorang karena saat kita tidak faham bagaimana mengisi dan menciptakan core memory dalam fikiran seseorang sejak dini karena orang tua bukan hanya mendidik dan mengasuh anak bukan hanya untuk hidup saat ini. Tetapi mendidik anak untuk siap di masa depannya ketika kita sebagai orang tua tidak ada lagi atau tidak bisa mendampingi anak lagi,” tegasnya.

Dengan menciptakan core memory yang baik, sebagai orang tua, dikatakan Nenden sudah menciptakan generasi yang bisa survive jalani dinamika hidup di tengah masyarakat. Tak hanya itu saja, meninggalkan core memory yang baik kepada anak, akan menentukan sikap anak kepada orang tuanya kelak.